Senin, 25 Mei 2020

Kalimat 2 (hujan petir kilat dan ketakutan)

Awan hitam menyelimuti birunya langit, membungkam senyum sang senja.
Hujan turun menghempas kaki-kaki semesta diiringi kilat dan gemuruh petir menyambar atap-atap rumah. Senja kala itu sepasang mata menatap pekak mengharapkan hujan kali ini menyuburkan tanaman di halaman-halaman rumah. Sebuah harapan yang di iringi kekhawatiran setelahnya
"apakah petaka yang akan di timbulkan hujan dan kilatan petir itu?, akankah banjir, longsoran tanah, pohon tumbang, ataukah berita-berita buruk akan datang bertamu?".

TIDAK, semoga itu hanya ketakutan semata yang pada akhirnya akan berlalu, berganti dengan bermekarannya bunga kamboja, mawar, dan bunga-bunga lain di taman rumah.
Tenanglah Semesta.

Jeneponto 25 🌙 05, 2020
Teras belakang rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya 'anda' percaya bahwa
Setiap kalimat adalah do'a
Setiap tulisan adalah do'a
Sehingga apapun yang terjejak pada blog ini adalah kumpulan mantra-mantra do'a.
Saya 'anda' berharap bahwa do'a yang terjejak itu selalu baik sehingga mampu menembus pintu-pintu langit menuju pada Sang Kuasa penerima segala Do'a. Aamiin....